Kulitku Jerawatan setelah Konsumsi Manis-Manis, Kok Bisa Ya? Ini Penjelasannya

Makanan dan minuman manis sering kali aku incar. Apalagi ketika kulineran bareng teman-teman sambil makan cantik. Rasanya nggak afdhol kalau jalan-jalan dan jajan-jajan tanpa makan dan minum yang manis-manis.
Emang enak rasanya. Mulai dari kue, es krim, es teh, kopi, matcha, sampai cookies yang lucu-lucu. Semua rasanya enak untuk dilahap sampai tanpa sadar tiba-tiba muncul jerawat di kulit wajah
Aku pernah dengar makan dan minum manis bisa bikin kulit wajah jadi jerawatan. Awalnya aku pikir jerawat di kulit wajahku hanya kebetulan muncul setelah aku makan minum manis.
Nmaun, kejadian itu terus berulang. Setelah minum minuman manis, makan dessert, atau terlalu banyak ngemil makanan tinggi gula, kulit seperti ikut memberikan komentar dan berontak.
Jerawat baru. Minyak lebih banyak. Aku mulai bertanya-tanya, apa benar makanan manis bisa menyebabkan jerawat?
Baca Juga: Kulit Juga Bisa Haus dari Dalam, Ini Fakta Penting Hidrasi Kulit
Benarkah Makanan Manis Bisa Memicu Jerawat?
Apa iya makan dan minum manis bisa memicu jerawat? Jawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.
Munculnya jerawat di kulit wajah disebabkan banyak faktor yang saling terkait. Mulai dari produksi minyak berlebih, penyumbatan pori, perubahan hormon, peradangan, hingga faktor genetik.
Nah, pola makan juga bisa ikut berperan. Ada hubungan antara konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi dan munculnya atau memburuknya jerawat.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat membuat kadar gula darah meningkat lebih cepat. Kondisi ini berkaitan dengan peningkatan insulin dan jalur hormonal seperti insulin-like growth factor-1 yang dapat memengaruhi produksi sebum dan proses pembentukan jerawat.
Jadi, bukan berarti, “Makan manis sekali, besok pasti jerawatan.” Lebih tepatnya, pola konsumsi makanan tinggi gula pada sebagian orang mungkin ikut menciptakan kondisi yang mendukung munculnya jerawat.
Baca Juga: Game Changer Perjalanan Kulitku: Konsultasi Dulu, Baru Perawatan Kulit
Kenapa setelah Makan Manis Kulitku Terasa Lebih “Rewel”?
Tubuh kita punya cara sendiri untuk merespons apa yang kita konsumsi. Ketika terlalu sering mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan gula dan indeks glikemik tinggi, perubahan kadar gula darah dan insulin berpengaruh berbagai proses di dalam tubuh.
Salah satunya berkaitan dengan kulit. Peningkatan insulin dan IGF-1 berkaitan dengan produksi sebum dan perubahan pada sel kulit yang berperan dalam penyumbatan pori. Ketika minyak, sel kulit mati, dan faktor lain berkumpul, komedo dan jerawat bisa lebih mudah terbentuk.
Namun, sekali lagi, setiap kulit punya cerita yang berbeda. Ada yang merasa kulitnya lebih mudah berjerawat setelah terlalu banyak makanan manis. Ada juga yang tidak merasakan perubahan berarti. Jadi, jangan buru-buru menyalahkan satu makanan.
Baca Juga: 5 Tips Skincare Malam, Ternyata Menentukan Kesehatan Kulitku
Haruskah Berhenti Makan Manis supaya Tidak Jerawatan?
Makanan manis memang jadi salah satu faktor pemicu. Namun, tidak harus langsung menghapus semua makanan manis dari hidup.
Poin pentingnya adalah mulai memperhatikan pola makan. Coba saja diamati: “Apakah jerawat lebih sering muncul ketika konsumsi makanan atau minuman manis meningkat? Apakah saat pola makan lebih seimbang, kondisi kulit ikut membaik?”
Solusinya adalah memperbanyak makanan bergizi dan kurangi konsumsi gula berlebihan. Bukan hanya demi kulit, tetapi juga demi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jangan lupa, merawat jerawat tidak cukup hanya dengan mengatur makanan. Kalau jerawat terus muncul, semakin meradang, atau meninggalkan bekas, mungkin ada faktor lain yang perlu diperiksa.
Baca Juga: Aku Bisa Konsultasi Kulit #DariRumahAja Berkat Teledermatologi dari Be Hati
Konsultasi Kulit Online di Be Hati, Cukup #DariRumahAja
Kadang, kita terlalu sibuk mencari satu penyebab jerawat. Padahal, kulit bisa punya lebih dari satu cerita.
Perawatan di “Be Hati Skin Clinic” mendukung konsultasi kulit secara online dengan adanya inovasi “Be Hati Clinical Teledermatology Protocol System”. Cukup #DariRumahAja, kondisi kulit dapat dikonsultasikan untuk membantu menentukan pendekatan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Munculnya jerawat itu bukan sekadar tentang “kebanyakan makan manis”. Ada banyak hal yang mungkin ikut bermain di baliknya.
Pemahaman terhadap kondisi kulit sangat diperlukan sebelum memulai konsultasi kulit. Semua ini perlu pendekatan yang tepat supaya kulit bisa kembali mulus seperti semula.
Nah, daripada terus menebak-nebak apa yang salah dengan kulitmu, mungkin sudah waktunya mendengarkan ceritanya langsung. Kulit yang sehat bukan tentang menghindari semua hal yang kita sukai, tapi tentang belajar memahami apa yang sebenarnya kulit butuhkan.
Beri kesempatan kulitmu untuk dipahami Be Hati:
📱 Whatsapp (Chat Only) : 0822 2058 8878
☎️ Telp : (0271) 725119
Be Hati, Flek dan Jerawat Kembali Mulus Seperti Semula
Pelajari Lebih Lanjut (Read More):
-
Apa Itu Jerawat Hormonal Ternyata Bukan Sekadar Jerawat Biasa
-
7 Tips Merawat Kulit Saat Traveling agar Tetap Sehat dan Glowing
-
Tips Pakai Tabir Surya Supaya Optimal, Jangan Sampai Salah Cara
-
Kata Dokter, Ini Cara Rawat Kulit Kering di Tengah Cuaca Labil
-
Kepercayaan Diriku Kembali sejak Flek Hitam di Wajah Memudar