Ternyata Bukan Salah Skincare, 7 Kebiasaan Ini Bikin Jerawat Makin Betah

Kesehatan kulit menjadi salah satu hal yang sangat aku perhatikan. Rasanya aku bener-bener sayang sama kondisi kulitku. Bahkan aku juga selektif memilih skincare supaya memberi yang terbaik untuk kulitku. 

Nggak hanya tentang merek skincare, tetapi juga kandungan skincare aku perhatikan. Meskipun udah berusaha memilih dan memilah skincare, sayangnya kulitku yang berjerawat masih tetap begitu aja. 

Jerawatan masih tetap aja jadi masalah besar yang aku hadapi. Padahal aku udah rutin memakai skincare dan berhati-hati memilih skincare yang baik untuk kulitku. 

Namun, entah kenapa jerawatku masih belum sembuh juga. Sampai akhirnya aku bertanya: jangan-jangan masalahnya bukan karena aku kekurangan produk, tetapi karena ada kebiasaan yang justru membuat kulitku semakin rewel?

Baca Juga: Aku Bisa Konsultasi Kulit #DariRumahAja Berkat Teledermatologi dari Be Hati

 

7 Kebiasaan Ini Memperparah Jerawat

Ternyata yang aku hadapi bukan sekadar tentang skincare, melainkan tentang kebiasaan harian. Kulitku yang berjerawat tetap terus begitu saja karena ternyata ada berbagai kebiasaan kecil yang tidak aku perhatikan. 

Kebiasaan ini ternyata membuat kondisi kulit berjerawatku masih begitu saja. Hmm, terus apa aja sih 7 kebiasaan yang memperparah kondisi kulit berjerawat?

  1. Terlalu Sering Mencuci Wajah

Ketika wajah terasa berminyak, insting-ku dulu adalah mencucinya lagi. Padahal, membersihkan wajah terlalu sering atau dengan cara yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit. Dokter spesialis kulit dan kelamin menyarankan mencuci wajah dengan lembut hingga dua kali sehari. 

  1. Menggosok Wajah Sampai Terasa Kesat

Aku dulu mengira rasa kesat merupakan tanda wajah benar-benar bersih. Ternyata, kulit tidak perlu diperlakukan seperti permukaan yang harus disikat. Sabun yang lembut dan ujung jari sudah cukup. Scrub atau alat pembersih yang terlalu abrasif dapat membuat kulit semakin iritasi.

  1. Terlalu Cepat Gonta-Ganti Produk 

Kebiasaan ini mungkin paling sulit kuhentikan. Baru memakai produk beberapa hari, belum melihat perubahan, lalu aku buru-buru mencoba produk lain. Padahal, perawatan jerawat butuh waktu. Terlalu sering berganti produk juga dapat membuat kulit mengalami iritasi sehingga sulit mengetahui mana yang sebenarnya bekerja.

  1. Memencet Jerawat karena Gemas

Rasanya tanganku gatal ketika punya jerawat inginnya aku pencet saja. Muncul rasa puas tersendiri ketika aku berhasil mengeluarkan isi jerawat. Namun, kepuasan itu biasanya cuma sebentar. Setelahnya, kulit bisa menjadi merah, luka, dan meninggalkan bekas.

Memencet atau mengorek jerawat dapat memperlama penyembuhan dan meningkatkan risiko bekas gelap serta jaringan parut. Jadi sekarang, ketika tanganku mulai ingin menyentuh jerawat, aku mengingat satu hal: tidak semua yang mengganggu harus segera dipencet.

  1. Menganggap Kulit Berjerawat Tidak Butuh Pelembap

Karena kulitku berminyak, aku dulu takut menggunakan moisturizer. Padahal beberapa perawatan jerawat dapat membuat kulit kering dan iritasi. Pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman dan mendukung toleransi terhadap perawatan.

  1. Melupakan Sunscreen

Jerawat mungkin menjadi masalah utama, tetapi bekas gelap setelah jerawat juga bisa membuat perjalanan kulit terasa panjang. Perlindungan dari sinar matahari tetap penting. Dermatolog merekomendasikan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih ketika beraktivitas di luar ruangan, serta memilih produk yang sesuai untuk kulit berjerawat.

  1. Terlalu Sibuk Mencari Jalan Pintas

Aku pernah ingin semuanya cepat selesai. Ingin sekali ketika muncul jerawat, maka besok pagi harus hilang. Bekasnya harus memudar minggu depan. Kulit harus langsung mulus setelah satu produk.

Padahal nyatanya kulit punya prosesnya sendiri. Ketika perawatan dilakukan terlalu agresif atau aku terus mencoba berbagai cara secara bersamaan, kulit justru bisa semakin sulit diajak bekerja sama.

Baca Juga: Apa Itu Jerawat Hormonal Ternyata Bukan Sekadar Jerawat Biasa

 

Apa yang Harus Kulakukan?

Aku mulai kembali ke hal-hal dasar: membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan produk yang sesuai, menjaga kelembapan, melindungi kulit dari matahari, tidak memencet jerawat, dan memberi waktu pada perawatan untuk bekerja.

Kalau jerawat tetap berulang, semakin meradang, terasa nyeri, atau mulai meninggalkan bekas, aku tidak lagi menganggapnya sebagai masalah yang harus kutebak sendiri. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan jenis jerawat dan perawatan yang lebih sesuai.

Ternyata merawat kulit bukan soal memiliki rutinitas paling panjang. Kadang, yang paling dibutuhkan kulit justru rutinitas yang lebih sederhana, konsisten, dan tepat.

Dokter spesialis kulit dan kelamin memudahkan prosesku untuk sembuh kembali mulus seperti semula. Prosesku untuk sembuh benar-benar ditemani Be Hati Skin Clinic yang dipimpin langsung oleh dokter spesialis kulit. 

Bahkan setiap langkah perawatan diawali dengan konsultasi kulit bersama dr. Khoirul Hadi, Sp. KK. Perjalanan inilah yang membuatku kembali yakin bahwa masalah kulit apa pun bisa sembuh ketika berada di tangan yang tepat. 

Kulitku sudah sembuh berkat Be Hati. Kamu kapan?

📱 Whatsapp (Chat Only) : 0822 2058 8878

️ Telp : (0271) 725119

 

Be Hati, Flek dan Jerawat Kembali Mulus Seperti Semula

 

Pelajari Lebih Lanjut (Read More):

One Response