Dulu Aku Sering Cabut Komedo, Sekarang Aku Malah Menyesal

Komedo di wajahku sudah menumpuk dan sangat terlihat ketika di depan cermin. Setiap kali lihat tumpukan komedo, rasanya tangan gatal ingin selalu memencet dan mencabutnya. 

Nggak heran kalau tanganku keterusan panen komedo di berbagai titik wajah. Rasanya memuaskan ketika dapat komedo dengan pinset atau tangan secara langsung. 

Kalau komedonya berhasil keluar, rasanya hatiku lega. Wajah juga terasa lebih bersih dan lebih halus karena komedo berhasil dikeluarkan dari permukaan kulit. 

Namun, sayangnya rasa puas itu hanya bertahan sebentar. Besoknya komedo muncul lagi. Bahkan pori-pori kulitku juga jadi makin lebar. Sampai ada juga area kulit yang berubah jadi benjolan merah yang nyeri ketika disentuh. 

Perubahan di wajah bikin aku bertanya-tanya, “Apa mungkin selama ini aku salah mengatasi komedo di kulit wajah?” 

Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya aku sadar, mencabut komedo terus-menerus bukanlah solusi. Justru kebiasaan itulah yang membuat kulitku semakin rewel.

Baca Juga: Capek Cari Jawaban Sendiri, Kini Aku Pilih Konsultasi Kulit

 

Kenapa Aku Selalu Tergoda Cabut Komedo?

Kalau dipikir-pikir, mungkin aku nggak sendirian. Banyak juga orang yang anggap komedo hanya kotoran yang tersumbar di pori-pori. Cara mengatasinya cukup gampang, tinggal dipencet dan dicabut, lalu selesai. Toh ukurannya kecil dan tidak terasa sakit.

Saat itu, aku juga berpikiran sama. Kalau waktu bercermin, aku juga merasa pengin segera panen komedo dengan cubit dan cabut. 

Setiap lihat video di media sosial berisi orang bersihkan komedo, rasanya ingin langsung mencoba. Apalagi hasil akhirnya selalu terlihat memuaskan. Hidung tampak bersih dalam hitungan menit.

Tanpa sadar, hampir setiap minggu aku mulai melakukannya. Kadang menggunakan jari. Kadang memakai alat pencabut komedo. Kadang mencoba pore strip yang katanya bisa mengangkat semua komedo sekaligus.

Selama melakukannya, aku nggak pernah benar-benar bertanya, “Apakah kulitku memang membutuhkan semua itu?” Aku hanya berpikir bahwa komedoku harus hilang. 

Baca Juga: Bukan Selalu Salah Skincare, Ini Alasan Kulitku Sensitif saat Coba Produk Baru

 

Dampak setelah Cabut Komedo

Cabut komedo sendiri rasanya emang memuaskan, tapi ternyata ada dampak tersendiri yang memunculkan penyesalan. Secara perlahan, penyesalan itu datang.

Awalnya kulitku hanya memerah setelah komedo dicabut. Aku menganggap itu hal yang wajar.

Lalu beberapa hari kemudian, area hidung terasa lebih sensitif. Pori-pori tampak semakin jelas. Komedo memang sempat berkurang, tetapi tidak pernah benar-benar hilang.

Malah datang lagi komedonya. Aku baru tahu bahwa mencabut komedo secara berlebihan bisa membuat kulit mengalami iritasi. Tekanan yang terlalu keras juga berisiko melukai jaringan kulit, apalagi jika dilakukan dengan tangan yang kurang bersih.

Bukan cuma itu. Komedo yang dipaksa keluar tanpa teknik yang tepat juga bisa memicu peradangan. Bahkab bagi beberapa orang, kondisi ini bahkan berkembang menjadi jerawat yang lebih sulit diatasi.

Saat itu aku baru sadar bahwa selama ini aku hanya menghilangkan apa yang terlihat di permukaan. penyebabnya sendiri masih tetap ada. Nggak heran kalau komedo selalu kembali.

Baca Juga: Emang Bisa Perawatan Kulit di Be Hati #DariRumahAja Aku Juga Awalnya Nggak Percaya

 

Ternyata Komedo Juga Punya Penyebab

Semakin banyak aku cari tahu tentang kondisi kulit, semakin aku mengerti bahwa komedo bukan muncul begitu saja. Produksi minyak yang berlebihan bisa membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. 

Sel kulit mati yang tidak terangkat juga dapat menumpuk bersama sebum. Ditambah paparan debu, polusi, sisa make up, hingga penggunaan skincare yang kurang sesuai, semuanya bisa memperburuk kondisi kulit. Ya, seiring waktu aku mulai mengubah cara pandangku tentang kulit. 

Aku berhenti menganggap komedo sebagai musuh yang harus dipencet setiap kali muncul. Sebaliknya, aku mulai melihatnya sebagai tanda bahwa kulitku sedang membutuhkan perhatian yang lebih tepat.

Setiap kulit punya penyebab yang berbeda. Ada yang dipengaruhi hormon. Ada yang karena jenis kulit berminyak. Ada pula yang dipicu oleh rutinitas skincare yang justru terlalu berlebihan.

Kalau penyebabnya berbeda, tentu cara mengatasinya juga tidak bisa disamaratakan.

Baca Juga: Hampir Aku Skip Iklan Ini, Padahal Jadi Jalan Kulitku Kembali Mulus

 

“Be Hati Clinical Teledermatology Protocol System” Menjawab Kondisi Kulitku

Dulu aku sering membeli skincare hanya karena sedang ramai dibicarakan. Kalau satu produk tidak berhasil, aku pindah ke produk lain. Begitu terus sampai akhirnya aku sendiri bingung apa yang sebenarnya dibutuhkan kulitku.

Sampai akhirnya aku mengenal Be Hati Skin Clinic dengan inovasi terkini “Be Hati Clinical Teledermatology Protocol System. Aku memahami bahwa merawat kulit bukan sekadar memilih produk yang mahal atau mengikuti tren. Yang jauh lebih penting adalah mengetahui kondisi kulit terlebih dahulu agar penanganannya benar-benar sesuai.

Lewat layanan konsultasi ini, aku bisa berkonsultasi mengenai keluhan kulit tanpa harus menebak-nebak sendiri. Dokter kulit di Be Hati akan membantu menganalisis kondisi kulit dan merekomendasikan perawatan terbaik untuk kni rekomendasi perawatan maupun skincare yang lebih personal sesuai kebutuhan kulit.

Konsultasi di Be Hati rasanya jauh lebih tenang. Aku tidak lagi asal mencoba berbagai cara yang belum tentu cocok. Kini aku memahami bahwa kulit juga butuh diperlakukan dengan lembut, bukan dipaksa.

Perjalanan kulitku yang kini sehat dan terawat mengajarkan tentang bagaimana proses memahami kulit sendiri. Komedo yang dulunya selalu aku pencet ternyata memberi dampak negatif untuk kondisi kulitku. Kini aku mengerti kulitku bisa menjadi sehat dan terawat bersama Be Hati Skin Clinic.

Baca Juga: Emang Harus Pakai Sunscreen Setiap Hari? Jawabannya Bikin Aku Berhenti Skip Sunscreen

 

Dengarkan Kebutuhan Kulit  

Konsultasi di Be Hati benar-benar memberikan solusi sesuai kebutuhan kulit. Kalau hari ini kamu masih sering berdiri di depan cermin sambil memencet komedo satu per satu, aku benar-benar mengerti rasanya. Aku juga pernah ada di posisi itu.

Namun sekarang aku tahu, kulit tidak selalu membutuhkan tangan yang terburu-buru. Kadang, yang dibutuhkan hanyalah penanganan yang tepat.

Daripada terus mengulang kebiasaan yang sama dan berharap hasilnya berbeda, mungkin sudah waktunya mencari tahu apa penyebab komedo di wajahmu.

Be Hati Skin Clinic siap menemani perjalananmu melalui “Be Hati Clinical Teledermatology Protocol System”. Konsultasi yang lebih personal sesuai permasalahan kulit akan memberi kepastian untuk kesehatan kulit sesuai kebutuhan. 

Percayalah kulit yang sehat bukan dimulai dari seberapa sering kita mencabut komedo, tetapi dari seberapa baik kita memahami kulit kita sendiri. Kamu pun bisa meraih kulit sehat dan terawat bersama Be Hati Skin Clinic. 

Yuk, beri kesempatan pada kulitmu untuk didengarkan!

📱 Whatsapp (Chat Only) : 0822 2058 8878

️ Telp : (0271) 725119

 

Be Hati, Flek dan Jerawat Kembali Mulus Seperti Semula

 

Pelajari Lebih Lanjut (Read More):