Jam Berapa Sebenarnya Aku Harus Mulai Pakai Sunscreen?

Sebelum fokus merawat kulit, aku jarang banget pakai sunscreen. Kukira pakai sunscreen cukup kalau aku mau panas-panasan di area pantai. Jadi, aku jarang banget pakai sunscreen karena merasa repot kalau harus pakai sunscreen setiap hari.
Setiap kali mau keluar panas-panasan, aku selalu berpikir gimana caranya supaya kulitku bisa terlindungi dari panas matahari. Bukan sunscreen, tapi pakai masker dan kacamata hitam. Setidaknya kulitku nggak kontak langsung dengan sinar UV.
Bahkan keluar sesiang apa pun, aku tetap mager pakai sunscreen. Akibatnya kulitku jadi gampang kusam, muncul jerawat, dan nggak nyaman. Semua ini membuatku bertanya-tanya, “Apa ini semua karena aku jarang pakai sunscreen?”
Emang sebelumnya aku jarang banget pakai sunscreen. Jadi, aku belum membiasakan diri untuk memakai sunscreen. Hatiku juga diliputi rasa bingung, “Jam berapa sebenernya aku harus mulai pakai sunscreen jam berapa?”
Apakah bangun tidur, aku harus pakai sunscreen langsung? Setelah mencari tahu, akhirnya aku mendapat jawaban.
Baca Juga: Dari Jakarta, Kulitku Bisa Kembali Mulus Berkat Konsultasi Online Be Hati
Jadi, Jam Berapa Aku Harus Pakai Sunscreen?
Secara praktis, sunscreen sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit di pagi hari, sebelum beraktivitas dan sebelum terpapar sinar matahari. Aku tidak harus menunggu pukul 10 atau 12 siang ketika matahari terasa paling panas.
Menggunakan suncreen itu menjadi bagian dari rutinitas dasar dari perawatan kulit harian. Aku perlu mengoles sunscreen setidaknya 20-30 menit sebelum keluar rumah atau beraktivitas. Sunscreen bisa meresap dengan baik dan membentuk lapisan pelindung yang efektif pada kulit.
Salah satu patoktan jam yang bisa digunakan adalah menggunakan suncreen sebelum jam 9 pagi. Walaupun matahari belum terik sekali, tetapi sinar UV sudah mulai aktif di pagi hari. Kalau aku mengoles sunscreen sebelum jam 9 pagi, maka aku sedang memastikan kulit terlindungi lebih awal.
Rutinitas ini selalu menjadi langkah pencegahan penting bahkan saat cuaca mendung. Sunscreen merupakan langkah terakhir dalam rutinitas skincare pagi. Penggunaan sunscreen setelah produk perawatan kulit lain, tepatnya sebelum memakai makeup.
Baca Juga: Dulu Rajin Pakai Make up biar Jerawat dan Flek Nggak Terlihat, Kini Aku Memilih Memahami Kulitku
Kenapa Nggak Perlu Menunggu Matahari Terik?
Sebelum paham tentang sunscreen, aku mengira pakai sunscreen hanya dilakukan kalau matahari terik banget. Kalau kondisi panas biasa aja, ya aku nggak perlu pakai sunscreen. Begitu pikirku.
Namun, ternyata sinar ultraviolet itu tidak selalu terasa sebagai panas. Cuaca mendung pun tidak otomatis berarti kulit bebas dari paparan UV.
Jadi, paparan matahari menjadi patokan, bukan rasa panas. Oleh karena itu, aku segera menggunakan sunscreen sebelum mulai beraktivitas.
Baca Juga: Flek Hitam di Wajah Makin Terlihat dan Aku Menyadari Sesuatu
Sunscreen Bukan Sekali Pakai lalu Selesai
Dulu aku merasa cukup mengoleskan sunscreen sekali saat bangun tidur. Ternyata perlindungan untuk kulit dari paparan sinar UV bisa berkurang seiring waktu, terutama ketika aku berkeringat, berenang, mengusap wajah, atau berada di luar ruangan dalam waktu lama.
Kulit butuh perlindungan maksimal selama berakivitas. Umumnya dermatolog merekomendasikan mengoleskan ulang sunscreen sekitar setiap dua jam dan setelah berenang atau berkeringat banyak, sesuai petunjuk produk.
Baca Juga: Jerawat Sembuh, tapi Berkas Jerawat & Flek Hitam Masih Utuh
Kalau Seharian di Rumah, Apa Tetap Perlu Pakai Sunscreen?
Penggunaan sunscreen diperlukan sebagai proteksi untuk kulit. Kebutuhan sinar UV bergantung pada aktivitas dan paparan yang mungkin terjadi. Namun, ketika aku berada dekat jendela, berkendara, keluar rumah, atau melakukan aktivitas di luar, aku tidak lagi menganggap sunscreen sebagai langkah yang boleh dilewatkan.
Sekarang aku tidak lagi bertanya, “Mataharinya udah terik atau belum?” Aku menggantinya dengan pertanyaan yang jauh lebih sederhana: “Hari ini kulitku akan terpapar matahari atau nggak?”
Sekarang aku menyadari bahwa merawat kulit bukan soal menunggu masalah muncul. Kadang, bentuk perawatan terbaik adalah melakukan hal sederhana sebelum masalah itu datang.
Baca Juga: Wajahku Terlihat Kusam Terus, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Perawatan Tepat untuk Meraih Kulit Sehat
Masalah kulit yang terkadang masih muncul, seperti jerawatan atau kulit kusam selalu aku hadapi bersama Be Hati Skin Clinic. Pendekatan di Be Hati menggunakan pendekatan personal sehingga masalah kulitku betul-betul dipahami dan diberi solusi terbaik sesuai kebutuhan.
Pastinya perawatan dan penggunaan krim kulit dari Be Hati untuk masing-masing orang berbeda. Ini semua karena Be Hati Skin Clinic memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan kulit.
Kalau kesibukan atau jarak menjadi masalah, Be Hati juga memiliki “Be Hati Clinical Teledermatology Protocol System”. Aku bisa memulai konsultasi dan mendapatkan arahan perawatan secara online dari jarak jauh, tanpa harus selalu datang langsung ke klinik.
Sistem ini membuatku lebih mudah menjaga konsistensi karena konsultasi dan pemantauan dapat dilakukan sesuai alur yang disediakan Be Hati. Sekarang aku tidak lagi merasa bersalah setiap kali terjadi masalah kulit.
Kulitku tidak butuh disalahkan. Kulitku butuh dipahami.
Baca Juga: Komedo Makin Banyak dan Bikin Minder? Mungkin Ini Saatnya Aku ke Dokter Kulit
Chat sekarang, sembuh segera:
📱 Whatsapp (Chat Only) : 0822 2058 8878
☎️ Telp : (0271) 725119
Be Hati, Flek dan Jerawat Kembali Mulus Seperti Semula
Pelajari Lebih Lanjut (Read More):
-
Kukira Cuma Bekas Jerawat, Ternyata Noda Hitam Bisa Punya Cerita Berbeda
-
Ternyata Bukan Salah Skincare, 7 Kebiasaan Ini Bikin Jerawat Makin Betah
-
Jerawat Sudah Pergi, Kenapa Bekasnya Masih Tinggal Ini yang Baru Aku Pahami
-
Jerawat Hormonal Datang dan Pergi, Kenapa Masalah Kulitku Tidak Pernah Selesai?
-
Jerawatku Sudah Hilang, tapi Kok Wajahku Belum Kembali Mulus Seperti Semula?
One Response